May 15, 2012
Categories: Uncategorized . . Author: ismar71 . Comments: Enter your password to view comments.

A. PENDAHULUAN
Kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi kronik pada penyandang diabetes mellitus yang sangat ditakuti. Seiring dengan meningkatnya jumlah penyandang DM di Indonesia, maka prevalensi kaki diabetik akan meningkat juga. Banyak faktor yang berkaitan dengan kaki diabetik, yaitu neuropati perifer, infeksi dan kelainan vaskular, sehingga diperlukan pengelolaan yang bersifat holistik.
Adanya pemahaman yang baik pada pasien tentang DM dan segala komplikasi kroniknya serta deteksi dini kelainan kaki dan perawatan luka yang baik dapat mencegah luka maupun amputasi. Keterampilan perawatan luka yang baik dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan memperpendek masa sakit maupun masa perawatan yang mempengaruhi kualitas dan harapan hidup penyandang diabetes melitus. Dalam hal ini, perawat mempunyai peran yang sangat strategis sehingga dapat dilakukan usaha-usaha pencegahan terjadinya ulkus dan amputasi bahkan kematian akibat kaki diabetes.
B. TUJUAN
Kegiatan ini sebagai upaya dalam mempersiapkan mahasiswa D IV Perawat Mitra Spesialis Medikal Bedah & DM Edukator untuk menjawab tantangan masa kini, dimana masyarakat semakin kritis terhadap pelayanan kesehatan khususnya tentang kompleksitas masalah DM.
2. Tujuan khusus
Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dari pembangunan Sumber Daya Manusia
untuk mewujudkan bangsa yang maju dan mandiri. Keberhasilan pembangunan kesehatan dipengaruhi oleh banyak faktor, terutama tenaga kesehatan yang bermutu yang berperan sebagai pemikir, perencana , pelaksana dan penggerak pembangunan.
Untuk mendukung terlaksananya berbagai upaya mewujudkan tujuan tersebut perlu dikembangkan berbagai sumber daya, antara lain tersedianya tenaga kesehatan yang berkualitas, karena tenaga kesehatan sebagai salah satu komponen pelaksana pembangunan. Implikasi perubahan orientasi pelayanan kesehatan adalah perubahan pendekatan dalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan dan penyesuaian karakteristik maupun mutu tenaga kesehatan yang melaksanakan pelayanan kesehatan tersebut.
Sejak tahun 2002 telah dikembangkan Borang Akreditasi Politeknik Kesehatan dan telah siap diberlakukan. Agar borang akreditasi tersebut dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh berbagai pihak terkait, maka perlu disusun Petunjuk Pelaksanaan Akreditasi Politeknik Kesehatan sebagai pedoman dalam melaksanakan akreditasi politeknik kesehatan.
1. Komponen 1
2. Komponen 2
3. Komponen 3
4. Komponen 4
5. Komponen 5
6. Komponen 6
7. Komponen 7
8. Komponen 8Berikut ini kami melampirkan beberapa surat yang berkenaan dengan Unit Penjaminan Mutu Poltekkes Kementerian Kesehatan Makassar sebagai berikut :
PENDAHULUAN
Materi ini membekali petugas kesehatan haji (perawat) tentang asuhan keperawatan umum yang d
ijumpai pada setiap musim haji, di mana keterampilan petugas kesehatan kloter dalam menangani gangguan akan sangat menentukan penurunan tingkat kesakitan dan kematian jamaah pada setiap musim haji.
Saudi Arabia mempunyai 4 musim, yaitu Desember sampai Pebruari , adalah musim dingin, sedangkan Maret sampai Mei adalah musim semi yaitu dingin menuju panas, Juni sampai Agustus adalah musim panas dan September sampai November adalah musim semi yaitu panas menuju dingin.
Diperkirakan musim dingin akan mewarnai haji pada tahun 1997- 2014 M. Suhu diperkirakan dapat mencapai 5°C. Cuaca dingin dan kering ini perlu diwaspadai para jemaah haji yang akan dan sedang berada di Tanah Suci. Walaupun umumnya sengatan dingin timbul pada suhu di bawah 0°C, namun berdasarkan pengalaman dan penelitian, sengatan dingin dapat terjadi pada suhu diatas 0°C dibawah 10°C. Berdasarkan penelitian dr Anna mengenai pengaruh musim dingin bagi jamaah haji pada musim haji tahun 2003 ( suhu 5°C – 32°C ), dari 288 jamaah yang diteliti yang berasal dari 18 kloter ( 1 embarkasi 2 kloter, 1 kloter 16 jamaah), terdiri dari 142 laki-laki dan 146 perempuan, didapatkan hasil sebagai berikut : Kulit bersisik (181 jamaah), bibir pecah-pecah (165 jamaah), Tumit pecah-pecah (98 jamaah), keram kaki (75 jamaah), mimisan (17 jamaah), nyeri otot (14 jamaah), dan luka yang membusuk (3 jamaah)
Faktor risiko sengatan dingin diantaranya : Terpapar suhu dingin dalam waktu lama, kulit yang tidak tertutup, udara dingin, dehidrasi, sirkulasi darah yang buruk, membiarkan memakai baju yang basah, merokok dan minum kopi.
Sengatan dingin merupakan kerusakan kulit dan jaringan lainnya yang disebabkan karena terpapar udara dingin dalam waktu yang lama. Sengatan dingin ini mempengaruhi intrasel dan ekstrasel dan mempengaruhi fungsi jaringan dan sirkulasi. Berdasarkan gejala-gejala, sengatan dingin terbagi 3 yaitu Frostnip, Immersion foot dan Frostbite. Gejala-gejala sengatan dingin diantaranya : Mati rasa ( baal ), rasa kaku atau beku terutama daerah yang terpajan langsung dengan udara dingin, pucat, dingin, kram, kaku otot, kemerahan pada lokal tertentu, bengkak, nyeri tungkai, kaku/beku, pembuluh darah kulit tersumbat bekuan darah dan jaringan sekitar mati. Jika tidak ditangani segera, kerusakan jaringan menjadi lebih serius dan dapat menjadi gangren, kadang membutuhkan amputasi. Penatalaksanaan pada pasien dengan sengatan dingin mulai dari penanganan mandiri, penanganan di sektor, di BPHI dan rujuk ke RSAS. Yang lebih penting adalah pencegahan terkena sengatan dingin yaitu menghindari faktor risiko yang mungkin.
Sengatan panas adalah suatu kelainan pada tubuh yang disebabkan karena terpaparnya dengan udara panas yang tinggi yang menyebabkan meningkatnya suhu tubuh (hipertermi) bisa mencapai 106°F (41,10C) disertai dengan kelainan fisik dan neurologis. Pada tahun 2007 walaupun musim musim dingin, ternyata didapatkan jamaah dengan sengatan panas pada saat mabit di Muzdalifah pada siang hari saat menunggu jemputan bus. Hal ini perlu diantisipasi karena pada siang hari di Muzdalifah cukup
Sengatan panas disebabkan oleh penumpukan panas yang berlebihan di dalam tubuh dimana suhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh, dengan kelembaban udara rendah, dan jamaah terlalu lelah atau terkena sinar matahari secara langsung. Anak-anak, lanjut usia dan orang dengan obesitas mempunyai risiko tinggi untuk terserang sengatan panas. Faktor risiko sengatan panas lainnya diantaranya dehidrasi, penyakit kardiovaskuler, faktor kelelahan, dan terkena sinar matahari secara langsung.
Gejala-gejala sengatan panas terbagi dalam 3 jenis yaitu Heat Exhaustion (Lelah Panas), Heat Cramp (Kejang Panas) dan Heat Stroke. Penatalaksanaannya pada prinsipnya mendinginkan pasien dan memberikan cairan untuk mengatasi dehidrasi. Pencegahan dapat dilakukan dengan beberapa cara. Dan sangat penting menyampaikan kepada jemaah bagaimana cara menghindari terkena sengatan panas.
TUGAS POKOK PETUGAS HAJI KLOTER
PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN SENGATAN DINGIN DAN PANAS
TUJUAN
Tercegahnya jemaah haji dari kejadian sengatan dingin dan terlaksananya penatalaksanaan sengatan dingin
SENGATAN DINGIN
Sengatan dingin merupakan kerusakan kulit dan jaringan lainnya yang disebabkan karena terpapar udara dingin dibawah 0°C dalam waktu yang lama.
Sengatan dingin ini mempengaruhi intrasel dan ekstrasel dan mempengaruhi fungsi jaringan dan sirkulasi
Faktor risiko sengatan dingin
Dikenal 3 jenis penyakit akibat suhu dingin (sengatan dingin):
Frostnip
Gejala-gejala
Penatalaksanaan
Immersion foot

Klinis ditandai 3 keadaan
Komplikasi : timbul kelemahan otot, gangren, atrofi otot, ulserasi, nekrosis superficial
Penatalaksanaan
Frostbite
Gejala Frostbite dibagi dalam 3 tingkatan
Penatalaksanaan
Cara menghindari sengatan dingin
UPAYA PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN SENGATAN PANAS
TUJUAN
Tercegahnya jemaah haji dari kejadian sengatan panas dan terlaksananya penatalaksanaan sengatan panas
SENGATAN PANAS
Sengatan panas adalah suatu kelainan pada tubuh yang disebabkan karena terpaparnya dengan udara panas yang tinggi yang menyebabkan meningkatnya suhu tubuh (hipertermi) bisa mencapai 106°F (41.1′C) disertai dengan kelainan fisik dan neurologis.
Faktor risiko sengatan panas
Anak-anak, lanjut usia, orang dengan obesitas
Gejala – gejala sengatan panas
Jenis penyakit Sengatan Panas
Gejalanya sama dengan gejala dehidrasi (kekurangan cairan ringan) ; Kulit panas dan kering, lemas, haus, pusing, lelah, mual, pucat dan nafsu makan menurun, disorientasi.
v Tingkat lebih lanjut dari Heat Exhaustion
v Suhu badan naik (sampai 38 – 39′C)
v Kejang otot (otot kaki tangan terutama otot betis)
Stadium ketiga dari sengatan panas , merupakan keadaan gawat namun reversible, dengan gejala:
v Hyperpirexia (suhu > 39 °C)
v Kulit kering, tidak berkeringat
v Takhikardi, sulit bernafas
v Halusinasi, confusion, disorientasi
v Tekanan darah meningkat atau menurun
v Berbicara tidak menentu (mengigau)
v Kesadaran dapat menurun sampai koma
Penatalaksanaan sengatan panas
Hindari organ/ bagian badan dari kerusakan permanen
Pencegahan
Cara menghindari Sengatan Panas
Sumber : Kementerian Kesehatan Haji Republik Indonesia, (2009), Pelatihan Tim Kesehatan Haji Indonesia, Jakarta
Untuk menjalankan fungsinya secara efektif, semua sel dan jaringan dalam tubuh yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda harus bekerja secara terintegrasi dan terkoordinasi satu sama lainnya. Kemampuan suatu sel atau jaringan untuk berkomunikasi satu sama lainnya dimungkinkan oleh adanya dua sistem yang berfungsi untuk mengkoordinasi semua aktifitas sel dan jaringan, yaitu : 1) sistem susunan saraf, dan 2) sistem endokrin. Sistem susunan saraf seperti telah dijelaskan terdahulu melalui neurotransmitter, sedangkan sistem endokrin menjalankan fungsinya dengan menghasilkan hormone. selengkanya anda di silahkan klik di sini
This slideshow requires JavaScript.
Diabetes Melitus ( DM ) adalah penyakit metabolik yang kebanyakan herediter, dengan tanda – tanda hiperglikemia dan glukosuria, disertai dengan atau tidak adanya gejala klinik akut ataupun kronik, sebagai akibat dari kuranganya insulin efektif di dalam tubuh, gangguan primer terletak pada metabolisme karbohidrat yang biasanya disertai juga gangguan metabolisme lemak dan protein. ( Askandar, 2000).
Gangren adalah proses atau keadaan yang ditandai dengan adanya jaringan mati atau nekrosis, namun secara mikrobiologis adalah proses nekrosis yang disebabkan oleh infeksi. ( Askandar, 2001 ).
Gangren Kaki Diabetik adalah luka pada kaki yang merah kehitam-hitaman dan berbau busuk akibat sumbatan yang terjadi di pembuluh darah sedang atau besar di tungkai. ( Askandar, 2001). Selengkapnya >>>
Adik saya mengalami demam tinggi dan sesak napas sehingga harus dirawat di rumah sakit. Saya menduga dia terkena pneumonia, tapi ternyata menurut dokter yang merawat dia menderita infeksi jantung.
Saya merasa heran kenapa adik saya yang baru berumur 21 tahun sudah terkena penyakit jantung. Sepanjang pengetahuan saya, penyakit jantung menyerang orang yang sudah berusia lanjut.
Adik saya memang pengguna narkoba. Dia mulai menggunakan narkoba sejak berumur 13 tahun. Mulai dengan pakai tablet, hirupan, dan sejak SMU mulai menyuntik sehingga mengalami ketergantungan hebat. Akibatnya dia tak mampu melanjutkan sekolah. Dia kemudian menjalani rehabilitasi dan berhasil berhenti menggunakan narkoba pada umur 18 tahun.
Dalam tiga tahun belakangan ini dia membantu Ayah berdagang dan tampaknya sehat saja sampai dia dirawat di rumah sakit. Perawatan di rumah sakit mencapai hampir sebulan. Ayah harus mengeluarkan biaya tak sedikit untuk pengobatan dan perawatan tersebut.
Yang mengejutkan kami, adik saya mengalami kerusakan katup jantung dan kemungkinan harus dioperasi. Kami semua merasa prihatin karena operasi katup jantung tentu merupakan operasi penuh risiko, apalagi biaya operasi terasa amat mahal bagi kami.
Sekarang adik saya sudah di rumah. Dia mampu berjalan ke kamar mandi tanpa sesak, tetapi kakinya masih sedikit bengkak.
Pertanyaan saya, apakah infeksi jantungnya berkaitan dengan kebiasaan penggunaan narkoba masa lalu? Apakah infeksi katup jantung memang memerlukan operasi? Apakah ada obat-obatan yang dapat mengatasi infeksi katup jantung?
Adik saya tentu memerlukan pekerjaan yang akan dapat mendukung kehidupannya nanti. Apa yang dapat kami persiapkan agar sesuai dengan keadaan kesehatannya? Terima kasih atas perhatian Dokter.
M di J
Dampak penggunaan narkoba suntikan, selain risiko penularan hepatitis C dan HIV, adalah timbulnya berbagai infeksi, termasuk infeksi katup jantung yang disebut infective bacterial endocarditis.
Biasanya infeksi ini terjadi pada katup jantung yang terdapat pada bagian kanan jantung (katup trikuspid). Infeksi ini terjadi karena penggunaan jarum suntik yang tidak steril. Akibat infeksi ini dapat terjadi demam lama, pada auskultasi dapat terdengar bising jantung. Sedangkan melalui biakan darah dapat diisolasi kuman penyebab infeksi.
Selain menimbulkan gejala demam, infeksi ini juga dapat disertai sesak napas atau gejala lain akibat gangguan pada jantung. Penggantian katup melalui operasi adakalanya memang diperlukan.
Penyakit jantung tidak hanya mengenai orang berusia lanjut. Penyakit jantung bahkan juga terdapat pada bayi, biasanya penyakit jantung bawaan. Sedangkan penyakit jantung rematik juga sering ditemukan pada anak.
Dengan maraknya penggunaan narkoba suntikan, infective bacterial endocarditis juga semakin banyak ditemukan. Penyakit ini memerlukan terapi antibiotika jangka lama sehingga memang biaya pengobatannya mahal.
Dokter yang merawat adik Anda akan mempertimbangkan apakah adik Anda memerlukan operasi penggantian katup jantung. Meski operasi penggantian katup jantung termasuk operasi besar, operasi ini telah lama dilaksanakan di Indonesia dengan hasil cukup baik. Penggantian katup jantung akan meningkatkan kualitas hidup penderita secara nyata.
Mengingat jumlah pengguna narkoba di negeri kita cukup banyak, persoalan yang keluarga Anda hadapi juga menjadi masalah bagi banyak keluarga Indonesia. Dengan demikian, diperlukan program yang jelas agar mereka dapat menjadi manusia produktif dan mandiri. Mereka seharusnya dapat bersekolah kembali, bekerja, atau mendapat kesempatan berusaha.
Menurut estimasi Badan Narkotika Nasional, pengguna narkotika suntikan di negeri kita mencapai lebih dari 500.000 orang. Jadi, dapat dibayangkan betapa banyak remaja kita yang memerlukan dukungan dalam menghadapi masa depan.
Salah satu upaya sederhana adalah memberi pelatihan untuk melaksanakan usaha. Dengan usaha kecil sekalipun kita berharap mereka dapat menjadi warga negara yang produktif dan hidupnya tidak tergantung pada orang lain.
Saya mengenal remaja yang sekarang sudah berhenti menggunakan narkoba, kesehatannya sudah pulih, dan yang menggembirakan mereka sudah pula punya kegiatan produktif. Ada remaja yang punya penyewaan internet, menyewakan komik, punya warung, gerai telepon seluler, dan bengkel TV. Amat menyenangkan melihat mereka bangkit kembali menatap masa depannya.
Mudah-mudahan adik Anda nanti juga akan menemukan kegiatan yang cocok baginya sehingga dapat mandiri menjalani kehidupan ini.
Ditulis oleh : dr Samsuridjal Djauzi